SMKN 2 PURWAKARTA

Cerdas, Inovatif, dan Antusias

PELAKSANAAN PTM TERBATAS DI SMK NEGERI 2 PURWAKARTA

24 Nopember 2021  | Lilis Yuniarti, S.Pd
SMKN 2 PURWAKARTA

SMK Negeri 2 Purwakarta telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Ssejak Senin tanggal 4 Oktober 2021. PTM Terbatas dilaksanakan berdasarkan surat rekomendasi dari Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Dinas Pendidikan Jawa Barat tentang Persetujuan PTMT Gelombang ke-3 untuk SMA/SMK Kabupaten Purwakarta pada tanggal 30 September 2021.

Pada Prinsipnya Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta tidak keberatan dan merekomendasikan kegiatan PTM Tebatas Gelombang ke-3 bagi sekolah yang berada di kecamatan di luar wilayah zona merah, dengan catatan tetap mengacu atau berpedoman pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sesuai dengan Inmendagri No. 43 tahun 2021.

Pada Diktum kelima point (a) Pelaksanaan Pembelajaran di Satuan Pendidikan dapat dilakukan melalui Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan atau Pembelajaran Jarak Jauh.

Berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021 Nomor 384 Tahun 2021, nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, nomor 440- 717 tahun 2021 tentang Panduan Penyelengaraan Pembelajaran di masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) dan bagi Satuan Pendidikan yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dilaksanakan dengan kapasitas peserta hanya 50 persen dari jumlah siswa dengan menjaga jarak minimal kurang lebih 1,5 meter.

Kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik atau siswa. Sekitar 500 siswa dari 1.640 Siswa SMK Negeri 2 Purwakarta melaksanakan PTMT pertama pada Senin, 4 Oktober 2021. Semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang sebelumnya pelaksanaan pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurut Ajang Syarif Hidayat, S.Pd. selaku Plt. Kepala SMK Negeri 2 Purwarta, untuk pelaksanan PTMT di SMK Negeri 2 Purwakarta telah berkolaborasi dengan pihak terkait, membuat Stándar Operasional Prosedur (SOP), guru dan siswa telah di vaksin, memiliki surat izin dari orangtua siswa. Bahkan, di SMK Negeri 2 Purwakarta menjadi tempat penyelenggara vaksin untuk membantu pemerintah agar mencapai herd immunity pada masyarakat agar lebih sehat, khususnya untuk para pelajar agar saat kegaiatan PTMT berlangsung dengan aman.

Pembagian jadwal PTMT disusun oleh wakil kepada sekolah bidang kurikulum, staf dan Ketua Program Kompetensi dari 6 kompetensi yang ada di SMK Negeri 2 Purwakarta, yakni: Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Tata Busana (TB), Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Bisnis Daring Pemasaran (BDP). Dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat untuk menghindari kluster penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Wakil Kepala SMK Negeri 2 Purwakarta Bidang Kurikulum, Soni Wibawa, M.Kom., kegiatan PTMT untuk sementara hanya mata pelajaran peminatan (produktif) saja. Pasalnya, mata pelajaran produktif tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan secara daring karena mata pelajaran produktif harus ada praktiknya. Sedangkan mata pelajaran lain, katanya, pembelajarannya masih dilaksanakan secara daring atau PJJ. Kegiatan pembelajaran di bagi dua kelompok, yaitu secara daring atau PJJ dan PTMT, semuanya telah diatur sesuai jadwal yang telah diinformasikan kepada guru, siswa, bahkan orangtua siswa. Pada saat jeda atau waktu pergantian mata pelajaran, jelas Shanti, siswa secara bergantian berkumpul di lapangan dibimbing oleh guru satuan Tugas (Satgas) untuk berjemur sambil senam atau olahraga ringan selama 15 menit. “Tujuannya untuk meningkatkan imunitas agar terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama Covid-19,” kata Soni.

Sedangkan menurut Dra. Shanti Risjani, guru mata pelajaran produktif OTKP, pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di kelas XII OTKP-3 yang jumlah siswanya sebanyak 35 orang dibagi menjadi 2 ruang belajar masing-masing berjumlah 18 siswa dan 17 siswa dengan jarak antar siswa kurang lebih 1-1,5 meter, membawa bekal atauminum sendiri, hand sanitaizer, dan alat tulis masing-masing supaya tidak terjadi pinjam meminjam untuk mencegah penularan Covid-19. Asep Said, S.Pd., Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 SMK Negeri 2 Purwakarta menghimbau, kepada guru satgas supaya tetap mengingatkan siswa untuk menerapkan 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi movilitas.