SMKN 2 PURWAKARTA

Cerdas, Inovatif, dan Antusias

Pembelajaran dengan Metode Berbasis Projek (Project Based Learning/ PjBL)

15 Nopember 2021  | Rd. Nuarainiyah Hawa, MM
SMKN 2 PURWAKARTA

Dalam situasi saat ini , dimana masih diberlakukan pembelajaran kombinasi antara tatap muka dan online/ daring dikarenakan pandemi, tentu pembelajaran tidak bisa dilakukan seperti biasanya, selain pelajar yang belum sepenuhnya 100% menghadiri Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), juga waktu KBM yang hanya 4 jam saja dilakukan secara tatap muka. Hal ini tentu menyulitkan pelajar untuk memahami setiap mata pelajaran yang diberikan. Begitupun dengan pendidik, metode seperti apa yang ideal yang dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Salah satu pilihan yang mungkin dapat memberikan alternatif adalah menggunakan Metode Project Based Learning (part 2).

Menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan pada pelajar untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan kemampuan melalui kegiatan problem solving dan investigasi.

Brandon Goodman dan J. Stiver mendefinisikan Project Based Learning  sebagai sebuah pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) ini tidak hanya fokus pada hasil akhirnya, namun lebih menekankan pada proses bagaimana pelajar dapat memecahkan masalahnya dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk. Pendekatan ini membuat pelajar mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan berpartisipasi aktif dalam pengerjakan proyeknya. Hal ini tentu saja lebih menantang daripada hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku kemudian mengerjakan kuis atau tes.

Langkah-langkah yang harus diterapkan dalam menerapkan project based learning.

1. Mulai dengan sebuah pertanyaan.

Pertanyaan harus mengandung permasalahan yang harus dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan atau produk. Topik atau teman harus sesuai dengan real world dan mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang mendalam.

2. Membuat Perencanaan (design a plan for the project).

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dengan siswa. Perencanaan meliputi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial dengan mengintegrasikan berbagai subjek yang mendukung, serta menginformasikan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek.

3. Menyusun jadwal aktivitas .

Guru dan pelajar bersama-sama menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek. Waktu penyelesaian proyek harus jelas, dan siswa diberi pengarahan untuk mengelola waktu yang ada. Berikan siswa kebebasan dan kesempatan untuk mencoba menggali sesuatu yang baru. Guru Pintar tetap harus memantau dan mengingatkan apabila pelajar melenceng dari tujuan proyek.

4. Mengawasi proses pengerjaan proyek.

Meskipun pelajar diberikan kebebasan menentukan strategi dan cara mengerjakan proyeknya, Guru Pintar tetap bertanggungjawab untuk memantau pelajar selama menyelesaikan proyek. Guru Pintar bertindak sebagai mentor yang selalu mengarahkan pelajar untuk selalu fokus dan terarah dalam mengerjakan proyeknya.

5. Memberikan penilaian terhadap produk yang dihasilkan.

Penilaian yang Guru Pintar lakukan untuk membantu pelajar dalam mengukur ketercapaian standar pada proses dan produk yang dihasilkan. Guru Pintar juga berperan dalam mengevaluasi kemajuan setiap siswa dan memberi feedback. Selanjutnya Guru Pintar dapat menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Penilaian produk dapat dilakukan dengan mempresentasikan produknya di depan teman atau guru.

6. Melakukan Evaluasi.

 Pada akhir proses pembelajaran project based learning, guru dan pelajar melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan produk yang telah dihasilkan. Proses refleksi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pelajar hendaknya diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.

Semoga dapat membantu Bapak/Ibu guru dalam memberikan alternatif metode pembelajaran yang akan diberikan.