SMKN 2 PURWAKARTA

Cerdas, Inovatif, dan Antusias

Pembelajaran dengan metode Blended Learning

26 Oktober 2021  | Rd. Nurainiyah Hawa, MM
SMKN 2 PURWAKARTA

Akhirnya….
Iyesss….

Begitulah ungkapan bahagia ketika menanyakan perasaan kembali ke sekolah untuk tatap muka walaupun belum 100%. Pelajar terbagi dalam 3 sesi jadwal, karena memang hanya max 50% saja yang diperbolehkan untuk tatap muka. Hal ini tidak mengurangi antusias pelajar untuk hadir dalam Pertumuan Tatap Muka Terbatas (PTMT), ditunjukkan dengan kehadiran diatas 95%, setiap hari nya. Disamping melakukan tatap muka, penjadwalan secara daring tetap dilakukan. Tentu hal ini membuat pendidik dituntut untuk memberikan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi seperti ini.

Dalam pembahasan kali ini (part 1) penulis menawarkan alternatif  pilihan model pembelajaran yang mungkin dapat membantu. Selama pandemi yang berlangsung kurang lebih dari 3 semester membuat pendidik harus terus berfikir, bagaimana pembelajaran bisa berlangsung, tanpa tatap muka, hal ini sangat berat dan cukup sulit, mengingat kondisi dan fasilitas pelajar berbeda-beda. Alternatif yang dianggap paling memungkinkan adalah penggunaan internet dalam belajar atau yang biasa kita sebut e-learning, semakin hari cara pembelajaran seperti ini diminati oleh banyak pelajar. Adanya e-learning membantu siapa saja untuk dapat belajar tanpa mengenal waktu dan tempat . Namun bagi beberapa pelajar masih tetap membutuhkan pertemuan tatap muka di kelas untuk membahas dan melengkapi proses belajar yang sudah dilalui melalui internet. Hal tersebut yang disebut dengan Blended Learning. Sehingga pengertian dari Blended Learning sendiri adalah metode belajar dimana proses belajar tatap kelas berpadu dengan proses e-learning secara harmonis.

Belajar dalam kelas dan e-learning masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, hal itulah yang mendasari terbentuknya metode Blended Learning ini.  Seperti contoh, kekurangan belajar dalam kelas cenderung terbatas dengan tempat dan waktu , tetapi kelebihannya dengan bertemu guru, para pelajar dapat langsung mendapat feedback dari guru tersebut atas pencapaian yang sudah mereka lakukan. Begitupun sebaliknya, belajar menggunakan internet memang tidak terbatas tempat dan waktu, tetapi tidak adanya guru  yang mendampingi , pelajar tidak langsung mendapat feedback dan cendrung mengalami salah pengertian. Maka dengan dipadukannya kedua metode,  Blended Learning diharapkan dapat menjadi jawaban untuk metode belajar yang menjadi trend di masa depan.

Menurut Semler (2005) “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.”

Dilansir dari beberapa sumber, keuntungan pembelajaran dengan metode Blended Learning adalah sebagai berikut:

1. Flexibel

Dengan menggunakan metode Blended Learning, pelajar tidak harus setiap hari datang ke kelas. Belajar bisa dilakukan melalui internet, dan pada minggu berikutnya ada pertemuan dengan di ruang kelas, untuk mendapat feedback atas apa yang sudah dipelajari.

2. Hemat Biaya & Waktu

Menggunakan metode Blended Learning lebih menghemat biaya dan waktu. Belajar menggunakan internet tidak harus memiliki buku fisik karena materi sudah ada secara online dan pelajar hanya tinggal mengunduh saja. Selain itu, pelajar juga bisa menghemat waktu karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk datang ke sekolah, dengan kuliah metode Blended Learning pelajar bisa menghemat biaya transportasi untuk ke sekolah.

3. Materi Interaktif

Materi pelajaran yang disajikan lewat internet dibuat menjadi media-media interaktif agar lebih mendetail dan menarik perhatian pelajar. Media belajar tersebut bisa digunakan sesuai dengan cara belajar masing-masing pelajar. Contohnya dengan melalui video interaktif,  podcast dan materi tertulis dalam format e-book. Semua ini ditambah lagi dengan berbagai live session (g-meet, zoom meet)online chat dengan pendidik dan berbagai dukungan teknologi lainnya.

4. Efektif dan Efisien

Setiap pelajar memiliki cara belajar yang berbeda satu sama lain. Ada pelajar yang nyaman belajar di pagi hari, sore hari atau bahkan belajar di malam hari sambal bersantai dan mendengarkan musik. Ada juga pelajar yang lebih nyaman belajar di kamar sendiri, di warung kopi atau di ruang kelas. Dengan begitu, menggunakan metode Blended Learning ini, pelajar dapat mengatur sendiri waktu dan tempat belajarnya.

Melihat dari dekripsi tentang Blended Learning singkat di atas, seperti nya patut dicoba. Semoga pembelajaran dengan metode Blended Learning dapat lebih menyenangkan…..

 

Purwakarta, Oktober 2021